Cuko : Sebuah Jalan Pemikiran Baru


Sebelum saya mendapatkan sepucuk surat itu --surat sakti, sebut saja demikian-- saya terus berpikir bahwa di manapun saya ditempatkan, itu tidak akan menjadi masalah: selama akses beribadah dan air bersih tidak sulit. Ternyata, itu terwujud. Bahkan lebih dari yang saya bayangkan. Jogja, April - Agustus 2015. Saat itu, saya, Tsani, Pipit, dan Fania sedang menimbang … Continue reading Cuko : Sebuah Jalan Pemikiran Baru

Tentang Jalan


Awalnya, dari artikel ini:  Pranala: http://joglosemar.co/2017/05/curhat-sopir-sopir-soal-kondisi-ring-road-selatan-sragen-yang-kini-berubah-jadi-jalur-petaka.html Kamudan saya membikin tulisan ini. Kebetulan, saya jadikan status juga di facebook. Well, biar tersalurkan aja, biar ada tulisan lagi. (janji nulis mana ya?)  Pranala: status saya di facebook Jalan negara lho ini. Punya negara. Bukan provinsi atau kabupaten. Wewenangnya satker jalan nasional. Di Baturaja pun demikian, jalan lintas tengah Sumatera … Continue reading Tentang Jalan

Bahagia


Sekitar 6 pekan yang lalu, ankle saya nganu....terkilir, bahasa simpelnya. Kalau mau bahasa yang agak ndakik, sprained. Kejadiannya, gara-gara main voli di kantor. Ceritanya mau sok-sokan ngeblok spike, terus pendaratan kaki saya agak nganu. Entah macam mana, kalau dirasa stretching ya sudah padahal. Pemanasan sudah juga. Yang jelas, kaki saya mak glatuk gitu, dan kemudian saya menggelepar berteriak … Continue reading Bahagia

Semesta


Hai, kamu. 2005. Sudah lama sekali kita tidak bersua. Pertama kali kita bersua—ya, aku tidak datang sendiri: aku datang bersama bapak, ibu, dan kakakku, dan Pak Man, kalaulah tidak salah—aku datang dengan sejuta rasa penasaran, setengah berharap dan takut. Takut akan tempat baru yang serba dipenuhi asa dan rasa tidak tahu, dan harapan akan perbaikan … Continue reading Semesta